rss
email
twitter
facebook

Senin, 14 Juni 2010

Our Village

Ketika mendengar kata desa, yang terbayang dalam pikiran kita adalah potret-potret pemandangan yang indah, dimana petak-petak sawah terhampar luas, udara yang sejuk, banyaknya pohon yang rindang dan teduh, serta penduduk yang sederhana yang ramah dan bersahabat dengan siapa saja. Suasananya tenang. Jarang sekali terdengar suara hingar bingar seperti di kota.

Biasanya mata pencaharian penduduk desa monoton sesuai dengan lingkungannya, tidak seperti di kota yang beragam. Kalau dekat dengan pantai, umumnya banyak nelayan dan penjual hasil laut. Di desa yang dekat kaki gunung dengan mudah kita bisa menemukan petani. Itulah sekilas gambaran desa yang tertanam dalam dalam mindset kita sejak kecil.

Lalu bagaimana dengan Dayeuhkolot, tempat kita bermukim?
Sejak didirikannya Yayasan Pendidikan Telkom di daerah ini, terjadi perubahan di sekitar bangunan kampus. Perubahan memang hal yang lumrah terjadi. Namun perubahan yang mengarah ke hal negatif sebisa mungkin harus kita cegah. Apalagi hal yang merugikan masyarakat. Jangan sampai tulisan besar yang terpampang besar di dinding kampus, “Giving and Caring the World” hanyalah sebuah slogan yang semakin lama akan memudar dan dilupakan. Jangan sampai pembangunan kampus yang banyak menghasilkan “orang-orang terdidik” ini justru merugikan penduduk sekitar.

Dampak yang paling terlihat saat ini adalah berkurangnya lahan sawah, lahan untuk penghijauan dan daerah resapan air, berganti dengan dibangunnya kos-kosan mewah yang harganya selangit. Sepertinya tidak mau kalah dengan bangunan kampus yang terlihat mewah. Pembangunan kos-kosan ini pun dilaksanakan secara sembarangan, tanpa adanya pengaturan lahan yang terencana. Daerah resapan air, hal itu sepertinya kurang dipedulikan oleh para pengusaha kos-kosan. Sehingga hampir setiap kali hujan daerah Dayeuhkolot bagian selatan terkena imbasnya, banjir.

Dampak negatif lainnya? Penggunaan kendaraan bermotor yang sering lalu lalang untuk ke kosan – kampus turut menyumbang udara kotor di daerah yang tadinya asri ini. Belum lagi ketika ada pembangunan kampus IM Telkom, sepertinya udara semakin tercemar dengan butiran pasir dan debu yang bertebaran, juga truk-truk pengangkut bahan bangunan yang berasap tebal. Tak heran jika daerah Bandung Selatan yang suhunya lebih tinggi dibanding dengan Bandung kota kini semakin terasa panas.

Mahasiswa/i yang menempati kos-kosan yang tidak mendapat pengawasan intensif, atau terlalu diberi kelonggaran, bukan tidak mungkin akan melakukan hal-hal yang diluar batas nilai-nilai moral. Anda tentu mengerti apa yang saya maksudkan. Orang tua jauh, sang pemilik kosan juga tidak peduli, teman… apalagi?!
Sepintas masalah moral anak kos yang seperti itu terlihat sepele, karena itu adalah urusan pribadi tiap-tiap orang. Untuk apa ikut campur? “Yang menasehati pun belum tentu tingkah lakunya lebih baik!” mungkin seperti itu kira-kira biasanya bantahan mereka yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang tidak baik.
Terlepas dari pemikiran pengaruh didikan orang tuanya, pergaulan di masa lalunya, atau latar belakang kehidupannya, pernahkah anda mendengar kata-kata “dosa seseorang menjadi dosa satu kelompok?” Bagaimana jika nama baik Yayasan Pendidikan Telkom menjadi jatuh hanya karena perbuatan buruk segelintir orang yang kebetulan terpublish di media umum? Pikirkan juga perasaan penduduk lokal yang nama daerahnya juga ikut tercemar akibat kedatangan penduduk asing. Dan sepertinya memang tidak akan habis apabila kita terus mempermasalahkan dampak negatif, yang solusinya memerlukan pemikiran panjang.

Untuk itu, dengan tidak menyepelekan hal-hal negatif di atas, ada baiknya kita berinisiatif untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya kepada penduduk lokal agar kehadiran kampus-kampus milik Yayasan Pendidikan Telkom tidak hanya berguna untuk para civitas akademikanya saja. Namun juga penduduk sekitar merasakan perubahan yang sangat berarti untuk mereka, untuk menunjang kehidupan keseharian mereka, perubahan yang positif tentunya.

Mungkin bisa dimulai dari pribadi kita sendiri dengan berkelakuan baik selama berada di daerah orang. Sebagai mahasiswa/i otomatis kita akan dipandang sebagai orang yang berpendidikan, berilmu tinggi. Sangat tidak pantas orang yang berpendidikan tetapi kelakuannya sama dengan orang yang tak mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan. Berikanlah contoh yang baik dengan berkelakuan sopan, tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Buatlah agar masyarakat senang dengan kehadiran kita bukan karena “materi” yang kita berikan ke mereka, tapi lebih kepada tingkah laku keseharian kita, Giving and Caring the World.

Dengan ilmu yang kita peroleh, ada baiknya kita manfaatkan untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat sekitar. Kita sama-sama tahu bahwa penduduk di sekitar kampus yang megah ini bukanlah berasal dari golongan mampu. Bahkan yang berasal dari golongan menengah pun bisa dibilang jarang. Dan seperti yang telah saya tulis di atas, rata-rata mata pencaharian penduduk sini pun sesuai dengan lingkungannya, tak jauh-jauh dari urusan kepentingan mahasiswa/i, terutama kos-kosan. Kalau tidak menjadi calo kos-kosan, mungkin menjadi penjaga kos atau menjadi tukang bangunannya. Mungkin masih ada beberapa orang yang menggarap sawahnya yang tinggal beberapa petak itu, memanen padi, mneggiling gabah. Tapi itu hanya tinggal beberapa.

Kalau dipikir-pikir pekerjaan apapun asalkan halal memang tidak masalah dan tak ada salahnya. Namun jika kita bias mengajarkan suatu keterampilan yang biasa kita kerjakan sehari-hari, namun hal baru bagi masyarakat sekitar, tentu hal itu akan menarik perhatian mereka. Dan mereka pun akan ikut merasa menjadi bagian dari keluarga Yayasan Pendidikan Telkom ini dengan adanya mahasiswa/i yang terjun langsung ke masyarakat sekitar. Siapa tahu ilmu yang kita ajarkan tersebut suatu saat bisa bermanfaat, dan juga bisa diandalkan menjadi sumber mata pencaharian alternatif yang mempunyai prospek cerah. Tidak lagi menjadi desa dengan penduduk bermata pencaharian yang monoton.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain?

mau tau lebih lanjut..?? Fly to the DREAM

Jumat, 21 Mei 2010

Cintaku buat siapa?

Klo ngomongin cinta, pasti banyak yg dibahas deh. Meskipun kata orang cinta itu tak terdefinisi, tapi kenyataannya banyak lagu dan puisi tercipta karena cinta. Katanya cinta itu membahagiakan, tapi ga sedikit kan orang yang bunuh diri karna cinta? Nah?



Jadi cinta tuh apa??

Menurut teteh yang kemarin ngisi di acara KAMUS (gtau saya namanya, cz saya telat dateng, hehe!! maf ya Teh..)

cinta itu perasaan jiwa, getaran hati, perasaan naluri, terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang yang dicintainya dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampakkan keceriaan.

Teori bgd yaa, he..

Lalu bagaimana cinta menurut Islam? Ada tingkatan-tingkatan cinta dalam Al-Qur'an di surat At-Taubah ayat 24.

Di surat itu tertulis urutan prioritas cinta tertinggi ada pada Allah, setelah itu baru Rasulullah dan orang tua. Seperti apa mencintai Allah itu?

Kata tetehnya juga nih, jika kita sudah bisa merasakan cintanya Allah, kita tidak akan pernah kecewa karena

cinta Allah tak akan pernah habis

(QS. 3:31). Semua mudah bagi Allah untuk memberikan makan pada seluruh makhluk di dunia yang luas ini, bahkan yang tak terlihat oleh mata kita. Sangat mudah bagi Allah untuk memudahkan pemahaman kita saat belajar, memberi kita nilai ujian yang bagus, IPK cumlaude, masa depan yang cerah. Semua mudah bagi Allah. Apalagi untuk mencintai dan menyayangi makhluk kecil dan lemah seperti kita.

Tetapi,

cinta itu tidak bisa dipaksakan

(QS. Al-Anfal : 63) karena cinta itu anugerah dari Allah. Siapa yang dekat dengan Allah, fokus untuk istiqomah kepada Allah, maka sangat mudah bagi Allah untuk membuat makhluk langit dan bumi untuk mencintai dia.

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW:
"Apabila Allah Ta'ala mencintai hamba, maka Jibril mengumandangkan, "Sesungguhnya Allah sedang mencintai fulan, maka cintailah dia. Lalu penghuni langit pun mencintainya, setelah itu orang-orang di bumi juga mencintai si fulan tersebut."

Lalu seperti apa tanda-tanda cinta itu?
Ketika kita sedang jatuh cinta, sadar tidak sadar kita akan banyak mengingat yang kita cintai, akan timbul rasa kagum, rela berkorban pada yang dicintainya, takut bila yang kita cintai tidak cinta kepada kita, berharap dan taat pada apa yang dicintainya.

Cinta pada dasarnya bukan sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal, yaitu cinta yang memang Allah ajarkan, tidak mengganggu aktivitas kita, dan tidak mengotori hati.

Ada pula bingkai yang kotor dan haram. Bingkai seperti itu mempunyai ciri-ciri sesaat, mudah hilang, mudah tergantikan, juga mengotori hati. Kebayang kan yang seperti apa?

Kata cinta belum berakhir. Kalau para remaja gila mnegatakan, dan melakukan zina sebagai pembuktian cinta, maka berbahagialah kita menyusun kata iman, hijrah, dan jihad dalam kalimat cinta kita (QS. Al-Hujurat : 9).

Hmmm... Jadi kesimpulannya?
Jawaban dari pertanyaan "Cintaku buat siapa?"

==cintaku cuma buat Allah dan buat hamba-hamba Allah yang kucintai karena Allah dan yang mencintaiku karena Allah==

mau tau lebih lanjut..?? Fly to the DREAM

Kamis, 20 Mei 2010

Membuat Jaringan Ad Hoc

Banyak orang yang mendefinisikan ad hoc sebagai sesuatu yang bersifat sementara, padahal sebenarnya bukan itu. Sementara yang dimaksud disini dalam bahasa Latin istilahnya adalah ad interim. Ad hoc dalam bahasa Latin artinya formed for a particular purpose, yang dalam bahasa Indonesia "hanya untuk suatu keperluan dan tujuan tertentu". Kalau tujuan tersebut sudah tercapai, jaringan ini tidak digunakan lagi dan bisa dihapus.

Tujuan penggunaan ad hoc ini antara lain:

Setelah membaca pengantar di atas, anda tertarik untuk mencoba jaringan ad hoc? Caranya ga susah koq! Ikuti saja langkah-langkah sederhana ini..

Peralatan yang dibutuhkan antara lain beberapa komputer ber wi-fi yang akan dibuat jaringan, satu sebagai host dan yang lain sebagai client (disini saya akan mencontohkan dua komputer saja) dan wireless network card pada masing-masing komputer.

Sebelum memulai, kita perlu menon-aktifkan firewall pada masing-masing komputer. Kenapa? Tujuannya untuk menonaktifkan keamanan, jadi komputer-komputer tersebut dapat saling menangkap sinyal satu sama lain.

Cara menon-aktifkan firewall:
1. Masuk ke Control Panel, klik icon Security Center.
2. Akan muncul jendela Windows Security Center. Disnilah kita akan menon-aktifkan firewallnya.
Klik icon Windows Firewall > General > Off [not recomended] > OK

Kemudian, barulah kita bisa mengkoneksikan kedua komputer.

Control Panel > Network Connection
Klik kanan pada Wireless Network Connection, pilih Properties.

Pada jendela Wireless Network Connection Properties, pilih Internet Protocol (TCP/IP), klik Properties.


Sampai disini, kita akan mengatur IP masing-masing komputer. Pilih Use the following IP address, pada IP address isi dengan nomor 192.168.1.3 (untuk komputer host) dan 192.168.1.2 (untuk komputer client). Klik OK.

Pilih tab Wireless Network. Klik tombol Add, pada tab Association, isi Network Name dengan nama anda. Disabled Data Encription. Klik OK.

Pilih advanced. Pilih Computer to Computer [ad hoc] networks only. Klik Close.

Setelah itu, panggil komputer client. Langkah-langkahnya masuk kembali ke Control Panel. Klik Network Connection. Klik kanan pada Wireless Network Connection. Pilih View Available Wireless Network.

Setelah sampai tahap ini, artinya komputer 1 telah terkoneksi dengan komputer 2. Kita bisa berhubungan dengan komputer 2, seperti chatting atau telepon lewat jaringan. Pada jurnal ini saya ini akan member contoh dengan menggunakan aplikasi netmeeting.
Cara menginstall netmeeting adalah sebagai berikut.
Dengan cara cepatnya, tekan windows + R bersamaan. Tulis conf.

Lalu akan muncul tampilan seperti ini. Anda tinggal mengikuti langkah-langkah untuk menginstallnya saja.

Pada tahap ini netmeeting sudah terinstall. Kita hanya tinggal mengkoneksikan dengan komputer

Masukkan nomor IP komputer 2, lalu klik icon bergambar telepon. Anda juga bisa mencoba icon-icon lain yang tersedia.
mau tau lebih lanjut..?? Fly to the DREAM